
Selama tinggal dan belajar di Belanda adalah masa dimana Liem Bwan Tjie membentuk diri menjadi seorang arsitek tulen, mengenyam banyak pengalaman arsitektural dan paling berkesan ketika Liem Bwan Tjie magang di kantor Michael de Klerk.
Liem Bwan Tjie adalah salah satu arsitek yang menjadi pelopor desain arsitektur modern di Indonesia, didalam setiap karya arsitekturnya Liem Bwan Tjie memadukan penyelesaian dengan menggunakan arsitektur barat modern dan unsur Cina yang didasarkan pada filosofi hubungan manusia dengan lingkungannya, Liem Bwan Tjie juga sangat memperhatikan kondisi iklim dan lingkungan sekitar disetiap desainnya, Karya arsitektur Liem Bwan Tjie banyak dipengaruhi oleh arsitek Frank Lloyd Wright, Le Corbusier, dan Dudok De Stijl.
Tahun 1929 Liem Bwan Tjie kembali ke tanah kelahirannya yaitu kota Semarang, di sini Liem Bwan Tjie banyak meninggalkan karya arsitektur bangunan publik dan rumah tinggal yang fenomenal sebelum beliau kemudian memiliki banyak rancangan bangunan yang tersebar dibeberapa kota besar Indonesia seperti di Jakarta, Surabaya, Bandung, Tegal, Manado, Makasar.
Dari tempat tinggalnya di jalan Wastukancana, Bandung pada 16 September 1959 adalah awal tonggak sejarah bagi Arsitek Indonesia, disini terjadi awal pertemuan pertama antara arsitek senior Indonesia Liem Bwan Tjie, Frederich Silaban, Mohammad Soesilo dan 18 arsitek muda lulusan pertama ITB tahun 1958, yang akhirnya pada 17 September 1959 diresmikan Lembaga Arsitektur Profesional Indonesia yaitu Ikatan Arsitek Indonesia.
Karya Arsitektur Liem Bwan Tjie yang populer di Semarang :

> Villa milik keluarga Dr. Ir. Han Tiauw Tjong di Jl. Tumpang | 1932
> Rumah Tinggal Poendok Pajoeng Sih Tiauw Hien di Ungaran | 1932
> Stadion Renang (Gemeente Zwembad) di Jl. Ki Mangunsarkoro | 1938
> Bioskop Grand (Gelora) di Jl. Mataram | 1940
Liem Bwan Tjie : 6 September 1891 - 28 Juli 1966
Semarang Kota Media Informasi Kota Semarang

