Membicarakan soal uang yang tidak pernah tidur (Money Never Sleeps) kepada Novan Adriawan, maka kita tengah membicarakannya secara hafiah. Artinya, uang ditangannya benar - benar tidak pernah tidur dalam arti yang sebenarnya. Betapa tidak? selama 24 jam per hari, 7 hari per-minggu dan 365 hari per-tahun, uang yang dikelolanya benar - benar dibuat aktif bekerja tanpa henti. Terlebih lagi setelah ia berhasil merancang robot trading, yang diberi nama “Robot Rich“. Maka robot - robot itulah yang mengambil alih pekerjaanya, untuk mengawasi pergerakan pasar, menganalisa, bahkan mengambil keputusan “beli atau “jual”, dalam aktivitas perdagangan forex (foreign exchange) di pasar uang Asia, Eropa, dan Amerika.
Begitulah yang dilakukan robot trading tersebut, sepanjang pagi, siang, malam hingga pagi lagi, sepanjang tahun. Hasilnya? robot - robot itu konon mampu menghasilkan keuntungan hingga 1000% dalam setahun. Sebuah tingkat keuntungan yang sangat fantastis. Sehingga tak heran, kalau saat ini kantornya banyak diserbu oleh para calon investor yang juga ingin menggandakan keuntungan. Dan seiring dengan semakin tersebarnya kabar atas keberhasilannya, ia pun kini mau-tak mau mesti mengerahkan sekitar 100 tenaga profesional yang bernaung dibawah bendera, RahasiaTrading.com.
Tapi siapa sesungguhnya Novan Adriawan ? Lalu apa yang dimaksud dengan robot trading? Benarkah mampu mencapai keuntungan hingga seribu persen? Kepada Majalah LuarBiasa, Sarjana IT yang merancang robot trading ini menuturkan secara terperinci. Berikut kutipannya :
Majalah LuarBiasa (LB) : Bisa diceritakan latar belakang keluarga dan pendidikan Anda ?
Novan Adriawan (NA) : Saya lahir di Purwodadi. Sejak tahun 1999 s saya masuk kuliah di Semarang, mengambil jurusan IT, dan lulus pada tahun 2003. Tapi karena Bapak saya seorang guru, maka sejak sebelum selesai kuliah, saya sudah ditawari menjadi guru komputer di sebuah SMK di Purwodadi. Saya pun menjadi guru dan mulai mengajar disana. Sayangnya saya hanya kuat bertahan selama kurang lebih satu bulan, karena saya berpikir kalau tetap di daerah, saya tidak akan bisa maju. Saya melihat orangtua saya menjadi guru, penghasilannya juga hanya begitu - begitu saja. Makanya kalau tetap meneruskan bidang yang sama dengan orangtua saya, masa depan saya sudah hampir bisa dipastikan, akan biasa - biasa saja. Maka akhirnya saya kembali ke Semarang, dan fokus menyelesaikan kuliah, karena kebetulanwaktu itu sudah hampir mulai menyusun skripsi.
(LB) : Dari latar belakang keluarga maupun study, Anda seperti tidak berada di peers yang berhubungan dengan forex; lalu, kapan Anda mulai berkenalan dengan dunia trading ?
(NA) : Waktu itu saya baca - baca koran, kebetulan ada lowongan pekerjaan di sebuah perusahaan trading. Saya melamar dan akhirnya diterima menjadi marketing di Semarang. Tugas saya adalah mencari investor. Meski sempat collaps-karena hanya mencari nasabah, kemudian nasabah tersebut akan melakukan trading sendiri, tapi saya merasa bahwa disinilah kehidupan saya yang sebenarnya dimulai.
Waktu itu tahun 2004, saya mulai mengenal dunia trading. Dengan susah payah saya mencari investor, tapi belum ada yang berminat. Sehingga akhirnya, saya berusaha membujuk orangtua saya yang mempunyai sedikit simpanan, agar mau menjadi investor. Akan tetapi karena saya hanya berbekal tahu, tetapi tidak berbekal skill, maka hanya dalam waktu kurang dari 3 bulan uang orangtua saya habis. Kebetulan pada waktu itu saya masih tinggal di kos, maka bapak pemilik kos dan teman - teman kos pun saya tawari menjadi investor. Pada awal trading dapat profit, tapi setelah berjalan selama 3 bulan, lagi 0 lagi uang mereka pun habis juga.
Dari situ saya stres berat, akhirnya saya berpikir, saya kalah karena tidak mempunyai skill-nya. Kesadaran yang mendorong saya untuk mencari tahu dan belajar. Ternyata di dunia luar, ilmu itu tersedia begitu luas. Saya bisa belajar ilmu dari Amerika, dari Inggris, yang semuanya bisa saya pelajari dan saya praktekkan. Tidak harus dengan modal besar. Sehingga kalau toh habis, juga tidak besar. Dari situ saya mulai tahu dan memahami seluk - beluk tekniknya.
(LB) : Bagaimana kisahnya sampai Anda merancang robot trading?
(NA) : Setelah menguasai teknik - tekniknya, maka saya mulai aktif memberikan seminar trading yang benar, yang tidak sampai menghabiskan uang seperti pengalaman saya. Dan pada tahun 2007, saya membuat sebuah website trading dot com. Di situ saya mulai memperkenalkan bagaimana teknik - tekniknya. Kemudian tahun 2009 saya sudah mulai membuat software otomatisnya.
Mulai muncul ide untuk membuat robot pada tahun 2009. Karena saya berpikir, bahwa tidak semua investor mempunyai skill seperti saya, serta tidak semua orang mempunyai waktu luang seperti saya, untuk bisa terus - menerus mengawasi pergerakan pasar. Sehingga saya mulai kepikiran untuk membuat otomatisnya, karena kebetulan background saya IT. Setelah mengotak - atik akhirnya saya temukan formula otomatisnya itu. Sehingga yang semula harus kita jalankan secara manual, akhirnya bisa dijalankan secara otomatis.
(LB) : Berapa lama, waktu yang Anda perlukan untuk men-develop robot itu?
(NA) : Kurang lebih 1 tahun termasuk ujicoba. Dari tahun 2009 sampai 2010.
(LB) : Seberapa yakin Anda akan sukses di bidang trading ini?
(NA) : Saya pikir saya pasti bisa. Saya tidak berpikir ke bidang lain. Karena saya hancur di bidang ini, maka saya pun harus bisa menata ini juga.
(LB) : Apa Perbedaan mendasar antara Anda dulu ketika kalah sehingga menghabiskan banyak uang, dibanding Anda yang sekarang telah menguasai tekniknya ?
(NA) : Mungkin mental, saat itu saya masih muda sekali, skill tidak ada, adanya hanya emosi. Misalnya kita melakukan transaksi dan berhasil dapat profit, bangganya setengah mati. Sehingga secara psikologis jadi “ke-pedean”. Kita merasa, wah ternyata mudah ya, ternyata gampang ya, tanpa memperhatikan dari segi ketahanan modal. Bisa saya katakan pada waktu itu saya gambling. Saya main masuk saja, tanpa memperhitungkan segala analisanya, karena pede yang mengebu - gebu mempengaruhi mental.
Kemudian untuk skill, sangat berkaitan dengan jam terbang. Kalau kita sudah menjalankan trading setiap hari, ibaratnya mau ke matahari pun kalau sudah tau jalannya ya gampang. Begitu pun dengan trade, karena setiap hari kita lihatin, maka kita sudah tahu karakter market-nya. Memang itu tidak bisa sepenuhnya dijadikan acuan untuk kebiasaan, tapi setidaknya itu bisa menjadi masukan buat kita, bahwa ternyata historisnya seperti ini.
(LB) : Dengan kemajuan yang telah Anda capai sejauh ini, apa harapan Anda ke depan ?
(NA) : Harapan saya, kelak forex bukan hanya bisa dinikmati oleh kalangan atas saja. Tetapi bisa dilakukan oleh orang - orang menengah ke bawah. Contohnya, sekarang ini robot kita juga sudah dipakai oleh para petani dan pedagang kaki lima. Jadi semua bisa memakai dan menikmatinya. Apalagi sekarang mereka tidak perlu memiliki skill untuk bisa memperoleh keuntungandari trading, karena cukup membeli software-nya, lalu dipasang software-nya, maka mereka sudah bisa beternak uang sendiri.
(LB) : Dengan tingkat keuntungan yang begitu fantastis, berapa orang investor yang sekarang menggunakan robot buatan Anda ?
(NA) : Yang menggunakan robot sekarang ini ada sekitar 1500 investor. Pada tahun 2010 memang belum banyak, baru beberapa orang. Tetapi memasuki tahun 2011, penggunanya sudah semakin banyak. Produk kita yang pertama namanya Software FX Java, itu dari tahun 2010 sampai 2011. Setelah itu tahun 2011 saya upgrade menjadi Robot Rich. dari situ profit-nya mulai kenceng, member kita pun mulai lebih banyak.
(LB) : Bisa digambarkan, jam - jam aktivitas Anda dalam melakukan trading ?
(NA) : Kalau saya trading bisa pagi hari, siang atau malam. Kalau dulu saya melakukannya full day. Mulai di jam 4-6 pagi. Kemudian market London jam 1,2,dan 3 siang, malam jam 7-8. Bahkan dulu saya juga pernah trading jam 2-4 pagi, dan itu saya lakukan setiap hari.
Jadi kalau pagi market Asia, jam 5-7 kemudian market Eropa, mulai jam 2-3; kemudian market Amerika mulai jam 7-8 malam. Bedanya kalau market Asia tidak terlalu kencang pergerakannya, lebih cenderung stag. Sementara market Eropa volumenya agak lumayan kencang. Dan market Amerika yang volumenya sangat tinggi. hanya saja semua kembali ke teknik kita. Mau di market dengan pergerakan cepat atau lambat, tidak masalah. Dan ternyata dari semua market setelah saya dalami, kita tidak bisa memutuskan hanya mau ambil di market Amerika atau Eropa saja. Ada saat - saat tertentu kita mesti ambil market Asia, atau Amerika.
Kunjungi Profil Bisnis : RahasiaTrading.com untuk mengetahui lebih lengkap mengenai forex trading.
sumber artikel : Majalah LuarBiasa, No.41 Tahun IV | Mei 2012

