Kawasan Pecinan Semarang memiliki sejarah yang tidak kalah panjang dengan Kawasan Kota Lama Semarang, kawasan ini memiliki nilai historis yang juga tidak lekang dimakan waktu.
Kawasan Pecinan sendiri merupakan warisan cagar budaya kota Semarang, berbagai bangunan rumah tinggal dan toko disana masih memiliki ciri khas aslinya, di kawasan Pecinan ini pun berdiri 9 (sembilan) Klenteng bersejarah :
- Kelenteng Siu Hok Bio, 1753 | Jl. Wotgandul Timur No.38
- Kelenteng Tey Hay Bio/Kwee Lak Kwa, 1756 | Jl. Gang Pinggir No.105-107
- Kelenteng Tay Kak Sie, 1772
- Kelenteng Kong Tik Soe, bagian dari Klenteng Tay Kak Sie.
- Kelenteng Tong Pek Bio, 1782 | Jl. Gang Pinggir
- Kelenteng Hoo Hok Bio, 1782
- Kelenteng Wie Hwie Kiong, 1814 | Jl. Sebandaran I No.24
- Kelenteng Liong Hok Bio, 1866
- Kelenteng See Hoo Kiong/Ma Tjouw Kiong, 1881
Kawasan Pecinan Semarang memiliki beberapa aktifitas masyarakat yang dapat dikatakan semua masyarat kota Semarang mengetahuinya, seperti :
- Pasar tradisional Gang Baru, dinamakan sesuai nama jalan itu sendiri dan terletak diantara jalan Wotgandul dan jalan Gang Warung, pasar gang baru dapat dikunjungi setiap hari di pagi hari mulai pukul 05.00 sampai selesai.
- Pasar Semawis, aktifitas wisata kuliner di semarang, dimana aneka jajanan makanan dan minuman dijajakan sepanjang jalan Gang Warung yang berlangsung setiap hari jumat, sabtu dan minggu mulai sore hari sekitar jam 18.00 sampai selesai.
Kawasan Pecinan Semarang ini berdekatan dengan Kawasan Kota Lama Semarang (Little Netherlands), Komplek Jurnatan (pusat perdagangan di kota Semarang), Pasar Tradisional Johar (salah satu bangunan yang memiliki desain arsitektur terbaik dijamannya karya Herman Thomas Karsten).
foto oleh : Akhyar Fikri