Home » Fotografi » Tips Foto » Tips Membuat Fotografi Refleksi

Tips Membuat Fotografi Refleksi

Ada banyak gaya dalam fotografi, tetapi lebih baik untuk fokus pada satu dan membuatnya menjadi gaya pribadi Anda. Memotret foto refleksi (Reflections Photography) adalah gaya fotografi yang dapat Anda kembangkan karena refleksi hanya diketahui oleh sebagian besar tidak diketahui oleh orang kebanyakan, jadi karena itu Anda memiliki kesempatan memiliki fotografi yang unik dan menunjukkan sesuatu mengenai dunia yang hanya Anda lihat sendiri.


foto : Lawang Sewu – Semarang (Akhyar Fikri)

Foto Refleksi memiliki banyak keunikan di frame daripada jenis lain dari foto. Foto refleksi  menggandakan elemen dan warna, mereka lebih dramatis, dan memberikan komposisi yang seimbang.

foto : Pantai Ngobaran – Gunung Kidul, Yogyakarta (Akhyar Fikri)

Beberapa tipe fotografi refleksi (reflection photography) yang sering dibuat  :

> Refleksi alam (nature reflection) : keindahan alam Nusantara ini tidak akan habis di eksplorasi dalam fotografi, semua kehidupan, bunga dan binatang dapat menjadi refleksi yang indah dalam foto Anda, termasuk keindahan suasana kota tempat tinggal Anda pun dapat dikreasikan dengan foto refleksi.

> Refleksi sureal (surreal reflection) : ini jenis yang cukup sulit, karena dibutuhkan mata artistik untuk membuatnya, pantulan dari air yang kotor atau genangan air hujan, tentu menghasilkan sebuah foto refleksi sureal yang menarik dan beda dari yang lainnya.

> Refleksi arsitektur (architecture reflection) : bangunan dengan gaya arsitektur tertentu, Anda dapat mengunakan sisi eksterior maupun interior bangunan yang dipantulkan melalui medium seperti kaca atau benda mengkilap lainnya.

> Refleksi abstrak (Abstract reflections): menampilkan warna atau garis tanpa mengungkapkan obyek foto yang sebenarnya, sebuah kombinasi fotografi refleksi yang hanya gelombang dan warna yang indah.


foto : Blenduk Building (Semarang Kota)

foto : Het gebouw van de Cultuur Maatschappij der Vorstenlanden op de Westerwalstraat (1915-1930) Kota Lama, Semarang (Akhyar Fikri)

Anda tidak perlu menghabiskan banyak uang untuk membeli peralatan profesional karena subyek dapat difoto dengan menggunakan kamera tingkat menengah dan lensa, Anda bahkan dapat menggunakan ponsel.

Pada saat mengambil foto pastikan Anda tidak memotong refleksi, karena merupakan unsur utama dalam foto, pemotongan subyek akan menghasilkan ketidakseimbangan komposisi dan membingungkan mata ke bagian untuk membayangkan bagian yang terpotong. Foto itu seperti mengambil foto model dan memotong kakinya.

Foto refleksi memberi Anda kesempatan untuk menghasilkan karya yang unik, sehingga siapkan kamera Anda dan mulailah berburu untuk membuat foto refleksi.

Selamat membuat foto refleksi :)


Bagikan kepada teman :